Dilahan sawah tadah hujan kedelai
biasa ditanam awal musim hujan, jika terdapat sumber air ditanam awal musim
kemarau, untuk lahan kering/ tegal ditanam saat musim penghujan sampai
marengan, sedangkan dilahan irigasi teknis kedelai diusahakan setelah musim
tanam padi ke 2 atau saat musim kemarau
1. Penyiapan Lahan
Dilahan sawah tadah hujan kedelai ditanam
bekas lahan ditanami jagung saat musim kemarau, bedengan yang sudah ada
dibersihkan atau dilakukan penyemprotan dengan herbisida, jika ditanam setelah
tanaman padi, jerami perlu dipotong pendek dan dibuatkan saluran drainase
dengan kedalaman 25-30 cm dan lebar 20 cm setiap 1,5-2 m saluran ini berfungsi
mengurangi kelebihan air bila terlalu becek.
Dilahan kering/tegal kedelai ditanam
setelah tanam jagung, maka untuk menanam kedelai dilakukan tanpa olah tanah
atau cukup dibersihkan atau di semprot dengan herbisida.
Sedangkan untuk kedelai dilahan irigasi
teknis yang ditanam setelah tanaman padi, juga tidak perlu diolah (tanpa olah
tanah) cukup dibuat saluran drainase seperti pada lahan tadah hujan yang
ditanami kedelai setelah padi.
Pada lahan yang baru pertama kali
ditanami kedelai, benih perlu dicampur dengan rhizobium, apabila tidak tersedia
inokulan rhizobium, dapat juga digunakan tanah bekas tanaman kedelai yang
ditaburkan pada barisan tanaman.
2. Penanaman
Benih kedelai ditanam dengan tugal,
kedalaman 2-3 cm.
• Jarak tanam 40 x 10-15 cm, 35
x 15 cm dan 20 x 20 cm, 1 – 2 biji/lubang.
• Untuk menghindari kekurangan
air, sebaiknya kedelai ditanam tidak lebih dari 7 hari setelah tanaman padi
dipanen.
3. Pemupukan
Dosis pemupukan Urea 0-50 kg/ha, NPK 100
kg/ha, pupuk tersebut dicampur rata dan diaplikasikan saat tanaman umur 15 hari
dengan disebar disamping barisan tanaman dengan jarak 5-7 cm dari tanaman.
Setelah pupuk diaplikasikan , diupayakan
pupuk dapat ditutup dengan tanah.
4. Pengairan
Umumnya kedelai tidak perlu pengairan,
tetapi tanaman kedelai sangat peka terhadap kekurangan air pada awal
pertumbuhan umur 15-21 hari, saat berbunga umur 25-35 hari dan saat pengisian
polong umur 55-70 hari.
Bila tanahnya becek perlu dibuat saluran
drainase.
5. Penyiangan
Untuk menekan biaya penyiangan, sebelum
tanam perlu dilakukan penyemprotan herbisida, umumnya penyiangan dilakukain dua
kali, penyiangan dilakukan dengan tenaga manusia saat tanaman umur 20 hari dan
40-45 hari.
6. Pengendalian Hama
Hama utama tanaman kedelai meliputi lalat
bibit (Ophiomya phaseoli), ulat pemakan daun seperti ulat grayak
(Spodopteralitura), ulat jengkal (Chrysodeixis chalcites), ulat Heliotis sp,
ulat penggulung daun (lamprosema indicata), pengisap polong (Etiella zinckenella),
kutu kebul (Bemisi sp.) dan kutu daun (Aphis glycines).
Pengendalian secara biologis dengan
memanfaatkan musuh alami hama/penyakit seperti Trichogramma untuk
penggerek polong Etiella spp, dan Helicoverpa armigera; Nuclear
Polyhidrosis Virus untuk ulat grayak Sodoptera lituraserta penggunaan
feromon seks unutk ulat grayak.
Penggunaan pestisida dilakukan berdasarkan
hasil enpemantauan, hanya digunakan bila populasi hama telah melebih ambang
kendali. Pesisida dipilih sesuai dengan hama sasaran.
7. Pengendalian Penyakit
Penyakit utama kedelai adalah karat daun Phakopora
pachyrhizi,busuk batang dan akar Schlerotium rolfsii dan berbagai penyakit yang
disebabkan oleh virus.
Penyakit karat dun dikendalikan dengan
fungisida yang mengandung bahan aktif mancozeb.
Penyakit busuk batang dan akar dikendalikan
menggunakan jamurantagonis Thrichoderma harzianum.
Untuk penyakit virus, dilakukan dengan
mengendalikan vektornya (yaitu kutu) dengan insektisida deltametrin (seperti
Decis 2.5 EC) dosis 1 ml/l air, dan nitroguanidin/ imidakloprit (seperti
Confidor) dosis 1 ml/l air. Waktu pengendalian disesuaikan dengan kondisi di
pertanaman, umumnya pada umur 45-50 hari












0 komentar:
Posting Komentar